Jumat, 05 Agustus 2011

LARUT, Makanan Khas Kota Jepara

   Jepara merupakan kota yang terkenal dengan berbagai pesona yang menyelubunginya. Dari sebutan kota Ukir, hingga sebutan Kota Kartini-pun disandang oleh kota ini. Jepara sebagai kota yang terletak didaerah utara pulau jawa ini mempunyai berbagai gugusan pulau yang mengitarinya. Sehingga kota ini pantas disebut kota pesisir. Salah satu tokoh  legendaris yang terkenal berasal dari kota Jepara dalah Ibu RA Kartini, beliau merupakan salah satu tokoh pergerakan wanita di zaman Era Penjajahan Belanda. Dimana Ibu Kartini adalah sosok yang sangat dianut dan gigih memperjuangkan emansipasi wanita sehingga wanita Indonesia dapat bergerilya hingga sekarang. Salah satu wisata pantai yang terkenal dari kota Jepara adalah pantai bandengan. Sebuah pantai eksotis dengan pemandangan yang menawan di salah satu Kota Jepara. 

Disamping berbagai potensi kerajinan yang telah membuat Jepara menjadi salah satu kota yang terkenal, terselip sebuah potensi wisata kuliner yang mampu dijadikan andalan bagi kota Jepara. Hasil ikan yang melimpah membuat berbagai wisata kuliner seperti gereh iwak teri, latoh, sampai pecel ikan laut panggang. Salah satu makanan kering yang patut dijadikan oleh- oleh khas kota Jepara adalah makanan Larut. LARUT adalah makanan sejenis kue yang berasala dari adonan tepung sagu dan blondo, dimasak dengan menggunakan teknik yang sederhana dan diolah menurut resep nenek moyang sehingga menghasilkan makanan yang sangat enak. Kue LARUT ini cocok untuk disuguhkan sebagai oleh-oleh ataupun makanan khas ketika Lebaran atau untuk makanan jajan ketika punya hajat.


        Kue kering yang dinamakan LARUT ini berasalal dari salah satu desa kecil yang terletak di dekat pantai yaitu Desa Kaliman, Kecamatan Kembang. LARUT sebagai usaha kecil yang cukup menjanjikan bagi para pengusaha kecil di Desa tersbut. Rata – rata seluruh pengusaha LARUT hanya berproduksi berdasarkan pesanan yang datang. Pada hari biasa mereka memproduksi LARUT sesuai jumlah pesanan. Namun, ada juga pengusaha LARUT yang sudah memiliki tengkulak tetap di sekitar Desa Kaliaman hingga kota Kota Jepara sehingga mereka rutin memproduksi LARUT untuk memenuhi kebutuhan para tengkulak.
       Potensi seperti inilah yang seharusnya dilirik oleh dinas perindustrian kota Jepara agar para pengusaha ini lebih diberi perhatian seperti dalam bentuk pelatihan atau bantuan modal sehingga usaha yang mereka lakukan dapat lebih maju. Anda tertarik dengan makanan LARUT ini? Silahkan berkunjung ke Desa Kaliaman, atau hubungi CP yang ada di blog ini untuk pemesanan. 

Senin, 01 Agustus 2011

LARUT - Lumer di Mulut

Kemasan Larut

Teknik Pembuatan Larut

Bahan yang diperlukan :
1. Blondo
2. Tepung Sagu
3. Telur
4. Gula Pasir
5. Kulit Jeruk Wangi yang Sudah Diparut

Alat yang dibutuhkan :
1. Mixer Tradisional
2. Mesin Pencetak Larut
3. Kompor tradisional, dengan susunan kayu bakar, kerikil, Loyang larut dan kulit kelapa saling bertumpuk di atas.
4. Oven

Cara Pembuatan Larut 
1.  Campur tepung sagu dan telur , kocok hingga mengembang, masukkan gula dan aduk hinga merata.

Adonan Larut

2. Masukkan blondo ke dalam adonan yang sudah merata, aduk dengan menggunakan mixer tradisional sembari mengaduk tambahnkan sedikit demi sedikit tepung sagu, hingga adonan menjadi kalis.

Larut yang kalis

3. Masukkan adonan ke dalama cetakan LARUT hingga berbentuk panjang-panjang, lalu potonglah sesuai selera, letakkan potongan adonan ke Loyang.
Larut dalam loyang
4. Masukkan Loyang ke dalam oven selama ± 15 menit hingga LARUT mengembang dan siap dikonsumsi.
Oven


5. Dinginkan LARUT. Lalu bungkus rapat ke dalam plastik agar dapat bertahan hingga 3 bulan.